Halaman

Gold Soya Lecitihin

Komponen lemak yang satu ini bisa mencegah kerusakan memori dan penyakit hati seperti sirosis. 


Sudah sering didengungkan jika radikal bebas bisa memicu kerusakan sel, jaringan, yang akhirnya berkembang kepada kerusakan organ. Dalam jangka panjang, radikal bebas bisa memicu kanker berkaitan dengan aktivitasnya mengubah material RNA dan DNA sel. Tidak usah terlalu jauh, manifestasi yang paling mudah dilihat dari dampak radikal bebas adalah kerutan pada kulit akibat aktivasi metallproteinase yang memecah kolagen .

Kegunaan
Membersihkan dan mengatasi penyumbatan pembuluh darah
Meningkatkan imunitas dalam tubuh, anti oksidan
Meningkatkan kecerdasan serta daya ingat dan menghaluskan kulit serta menjadkan awet muda
Menormalkan gula darah penderita diabetes 


Tapi tidak semua antioksidan didapat dari bahan-bahan dari luar tubuh. Salah satunya lecithin. Lecithin merupakan salah satu subsantsi lemak yang sering disebut fosfolipid. Zat ini diproduksi setiap hari oleh liver. Lecithin dibutuhkan setiap sel dalam tubuh karena merupakan kunci pembentukan membran sel. "Tanpa lecithin takkan ada sel yang mampu bertahan," terang Prof. Steven Zeisel, MD, Ph.D, Kepala Departemen Nutrisi Universitas North Carolina. Karena itu, letichin mampu melindungi sel-sel dari oksidasi, terutama pelindung lapisan permukaan otak. Meskipun merupakan substansi lemak, letichin juga bertindak sebagai pengemulsi lemak (fat emulsifier) yang sangat mendukung sistem sirkulasi. Selain itu lecithin merupakan penyampai pesan yang membantu pengendalian tekanan darah dan produksi insulin.


Lecithin diyakini sebagai sumber tidak terbatas dari kolin, sejenis vitamin B. Dalam tubuh, komponen utama lecithin yang disebut fosfatidilkolin dipecah menjadi kolin. Fosfatidilkolin, dan pada beberapa kasus kolin atau lecithin sendiri, bisa membantu mengatasi gangguan memori, seperti pada penyakit Alzheimer.
Para nutritis dan dokter meyakinifosfatidilkolin sangat bernilai dalam membantu memperlambat atau mengembalikan memori yang hilang, mengingat komponen utama sel-sel otak terdiri dari fosfolipid. Fosfatidilkolin memegang peran utama dalam suplai kolin ke otak, untuk membangun neurotransmitter asetilkolin. Tinggi rendahnya kadar asetilkolin berkaitan dengan kerusakan memori seiring bertambahnya usia.
Hingga kini memang belum ada studi fosfatidilkolin pada manusia. Namun sebuah studi pada mencit menunjukkan, induk mencit yang diberi kolin dalam jumlah banyak terlihat lebih pintar dan superior dalam hal skills dibandingkan mencit dengan diet regular.
Salah satu manfaat fosfatidilkolin yang bermakna adalah melindungi hati dari kerusakan akibat alkohol dan hepatitis. Fosfatidilkolin diyakini bisa mempercepat aliran lemak dan kolesterol dalam liver sehingga tidak memberi kesempatan zat-zat ini menumpuk dalam liver. Dengan begitu, akan membantu liver meminimalisir racun-racun berbahaya dari tubuh.
Studi selama 10 tahun pada babon menemukan lecithin mencegah dua efek samping serius akibat kecanduan alkohol, yakni luka parut yang parah pada hati dan sirosis. Studi lain menyebutkan lecithin juga bisa dibunakan pada gangguan hati akibat hepatitis. Namun lagi-lagi belum ada studi lecithin pada manusia.
Sebagian besar penduduk Amerika Serikat menyertakan suplemen lecithin dalam diet sehari-hari. Rata-rata dosis yang dipakai adalah 6 gram lecitin dan 1 gram kolin. Dosis yang tinggi bisa menimbulkan efek samping seperti keringat berlebih, nausea, muntah, perut kembung, dan diare. Dosis yang ekstrim dari kolin (10 gram sehari) bisa menyebabkan irama jantung tak normal.
Karena fosfatidilkolin, lecithin, atau kolin bisa meningkatkan kadar asetilkolin, maka sebaiknya tidak diberikan pada penderita gangguan bipolar. Karena kadar asetilkolin yang terlalu tinggi akan memperberat fase depresi mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar